Sejarah

  • 1974:┬áProf. Dr. F.X Arif Adimoelja pulang ke Indonesia setelah mengikuti pendidikan pasca sarjana di St. Rafael Academic Hospital / School of Medicine, Catholic University Louvain di bawah bimbingan Prof. Dr. P. Omer Steeno.
  • 1978: Pada tanggal 19-21 Januari 1978 diselenggarakan Simposium Spermatologi I di Surabaya. Pada kesempatan tersebut para peserta sepakat mengembangkan Andrologi di Indonesia dengan mendirikan perkumpulan peminat yang diberi nama Perkumpulan Andrologi Indonesia yang disingkat PANDI pada tanggal 20 Januari 1978.
  • 1979: Kongres I PANDI dilaksanakan bersama-sama dengan Kongres Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) di Yogyakarta dan dihadiri oleh pakar Andrologi dari luar negeri yaitu Prof. Dr. Carl Schirren (Jerman), Prof. Dr. Emil dan Anna Steinbergers (USA), Prof. Dr. R. Schoysman (Belgia), dan Prof. Dr. Runne Eliasson (Representatif WHO dari Stockholm).
  • 1980: Bagian Biomedik FK Unair merintis pendidikan Andrologi dengan peserta dari Denpasar, Manado, Palembang, dan Surabaya. Semiloka Andrologi diselenggarakan di Jakarta dengan penyelenggara FKUI dan didukung bleh BKKBN dan WHO.
  • 1982: Kongres Nasional II PANDI dan Simposium Internasional I diselenggarakan di Denpasar dengan dukungan BKKBN,┬áProf. Dr. MRN Prasad (Chairperson of The WHO Male Task Force), Prof. Dr. CA Paulsen (USA), Prof. Dr. E. Nieschlag (Jerman), dan Dr. Harjono Soejono (BKKBN Pusat). Diadakan jura Post Graduate Course Andrology dengan penatar pakar dari luar negeri dibantu ollen WHO. Sejak itu Kongres Nasional PANDI selalu disertai dengan pelaksanaan simposium internasional dan post graduate Andrologi dengan dukungan WHO dan BKKBN Pusat. Dukungan BKKBN ini khususnya datang karena komitmen dari Dr. Harjono Soejono sebagai Kepala BKKBN Pusat yang selalu hadir pada Kongres dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT). Dengan bertambahnya dokter angora PANDI yang telah mendapat pendidikan Andrologi dirasakan perlu untuk pengakuan keahlian ini sebagai profesi klinik.
  • 1994: Mulai dari KONAS IV dan PIT VII, gagasan tersebut bergulir dan pada KONAS VI PANDI 19-24 September 1994 di Manado diputuskan untuk membentuk PEER Group dengan tugas menyusun kriteria persyaratan Dokter Spesialis Andrologi, mendapatkan nama-nama dokter yang bergabung salam PANDI untuk dinyatakan sebagai Dokter Spesialis Andrologi, memberikan sertifikat keahlian dan membentuk Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia.
  • 1996: Surat Keputusan Nomor 09/PP-PANDI/IX/1996 tanggal 25 September 1996 tentang pembentukan dan susunan pengurus organisasi Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia yang disingkat PERSANDI.
  • 2002: Setelah melalui perjalanan panjang dari MDSp IDI ke MKKI IDI, CHS KDIK, dan Direktorat Pembinaan Akademik dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas RI, maka pada tanggal 13 September 2002 terbitlah Surat Keputusan Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI) Nomor: 49/MKKI/IX/2002 tentang Pengesahan Program Studi Dokter Spesialis Andrologi sebagai Program Pendidikan Dokter Spesialis I (PPDS I).
  • 2006: Pengesahan Kolegium Andrologi Indonesia hasil Kongres I PERSANDI 2005 oleh MKKI dengan Surat Keputusan Nomor 051/Skep/MKKI/III/2006 tanggal 9 Maret 2006 dan Pengesahan Spesialis Andrologi oleh MKKI tanggal 1 Maret 2006 menyempurnakan perjuangan panjang perkembangan Andrologi sebagai ilmu kedokteran yang baru.